Bisnis Syariah

9 Nov 2010

Tiga Alasan Mengapa Harus Marketing

Komunikasi Syariah

Tak bisa disangkal, bahwa komunikasi pemasaran (marketing communication) terbukti memegang peranan amat penting, tidak saja untuk menyebarkan pesan tertentu kepada target audiens, tetapi lebih dari itu, juga membentuk dan membangun persepsi serta citra sebuah brand. Bahkan dengan sebuah strategi markcom (marketing communication) yang masif, gagasan; jasa atau produk yang tidak bermutu bisa “digila-gilain” oleh siapa pun.

Di era yang serba digital, dimana komunikasi bisa dilakukan oleh siapa pun, dimana pun dan kapan pun, maka pesan apa pun bisa masuk di setiap celah-celah kehidupan kita. Ibarat bom curah, ia bisa mengenai siapa pun tanpa pandang bulu. Fakta itu menjadi lebih dahsyat lagi manakala aplikasi markcom disusupi “ruh” materialisme-kapitalisme dengan balutan dan kemasan liberalisme. Dampaknya akan lu…ar biasa!

Ironisnya “ruh” semacam itu, baik sadar atau tidak menyusupi juga brand syariah yang makin marak di negeri yang katanya berpenduduk muslim terbesar di dunia ini. Akibatnya, soul of syariah yang mestinya menjadi unsur pembeda (diferensiasi) sekaligus menjadi value dan nilai jual bagi jasa maupun produk syariah menjadi “blur”, bias serta kehilangan kekuatannya. Wajar jika masyarakat kemudian bingung membedakan brand syariah dan non syariah.

Dari pencermatan fenomena di atas, maka sudah saatnya marketing komunikasi syariah mengambil peran dan memainkannya secara cerdas. Bukan semata untuk kepentingan bisnis, tapi juga peradaban manusia di masa depan. Mungkin Anda akan bertanya, “Sampai sejauh itukah?” Maka jawaban saya adalah, “Ya!”

Untuk itu, setidaknya ada tiga alasan mengapa marketing komunikasi syariah segera dibutuhkan.

Pertama, mendorong terciptanya profit (Madiyah). Sebagaimana fungsinya, marketing komunikasi merupakan salah satu tools yang diharapkan secara efektif dan efisien dapat menghasilkan keuntungan maksimal. Persaingan yang semakin tinggi dan “amat kasar” –paling tidak begitulah rekan-rekan saya mengingatkan, seringkali menjebak kita untuk ikut dalam arus menghalalkan berbagai cara.

Islam sendiri dalam konsep ekonominya membolehkan siapa pun mengejar keuntungan [secara kuantitas] sebanyak-banyaknya. Sejauh itu semua [secara kualitas] masih dalam koridor halal, baik cara maupun produk atau bidang usahanya. Maka markcom syariah ditantang secara kreatif untuk bisa mengkomunikasikan soul of syariah sebuah produk sekaligus benefitnya dalam sebuah kemasan strategi yang bisa mendongkrak brand positioning dan signifikan terhadap penjualan.

Kedua, meraih berkah (Barokah). Tatkala semua komunikasi pemasaran dirancang dan dieksekusi tanpa sedikit pun memasukkan cara-cara yang melanggar syariah, seperti berbohong; mengeksploitasi aurat; menggambar [manual] makhluk bernyawa; dan sebagainya, maka keberkahan akan diperoleh. Dan untuk itu dibutuhkan rancangan markcom yang lebih dari sekedar kreatif, tapi juga halal.

Merancang komunikasi pemasaran syariah dibutuhkan pengetahuan (tsaqofah) tentang fakta produknya (tahqiqul manath) dan mampu menggali aspek hukum atas produk itu (tahqiqul hukmi). Dan ini sangat menantang proses kreatif yang lebih cerdas dan bermutu. InsyaAllah dengan cara ini keberkahan dalam dimensi dunia, yaitu profit didapat, demikian pula berkah dalam dimensi akhirat, yaitu pahala ibadah karena ketaatan kita telah melakukan segala sesuatu sesuai dengan syariah, termasuk saat kita memasarkan dan mengkomunikasikannya kepada target audiens.


TAGS bisnis syariah islam bisnissyariah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post